The Peace That Pleases God
Christmas • Sermon • Submitted • Presented
0 ratings
· 7 viewsThe sermon teaches that true peace comes from God and is rooted in the person of Jesus Christ. It emphasizes the need for believers to not only receive this peace but also to actively seek to manifest it in their relationships with others.
Notes
Transcript
Bible Passage: Luke 2:14
Bible Passage: Luke 2:14
Summary: This passage proclaims the heavenly announcement of peace on earth through the birth of Jesus, emphasizing God's desire for reconciliation between Himself and humanity.
Application: This sermon can help Christians understand how to embody and spread God's peace in their own lives, even amidst personal and societal turmoil. It challenges listeners to reflect on their behaviors and attitudes, cultivating a lifestyle that reflects God's peace.
Teaching: The sermon teaches that true peace comes from God and is rooted in the person of Jesus Christ. It emphasizes the need for believers to not only receive this peace but also to actively seek to manifest it in their relationships with others.
How this passage could point to Christ: Jesus is the ultimate peacemaker, fulfilling the promise of peace through His life, death, and resurrection. His coming brings a new era of reconciliation between God and humanity, making peace accessible to all who believe in Him.
Big Idea: To please God, we must embrace and share the peace that Christ brings, transforming our lives and the lives of those around us.
Recommended Study: Consider examining the original Greek terms for 'peace' as found in this passage, particularly how they contrast with contemporary understandings of peace. You might look into the socio-political context of first-century Judea to provide deeper insights into the significance of the angels' proclamation. Using Logos, search for theological discussions on the theme of peace in the Gospels, which can enrich your understanding and application of this key concept.
1. Proclaiming Heavenly Peace
1. Proclaiming Heavenly Peace
Luke 2:14a
You could explore the significance of the angelic announcement of peace as it signifies the coming of Jesus, God’s ultimate gesture of reconciliation. Highlight how peace begins with God’s initiative to restore His relationship with humanity, setting the foundation for how Christians should understand peace—rooted in God’s actions. Suggest that embracing this divine peace requires accepting Christ’s role as the peacemaker.
2. Pleasing by Practicing Peace
2. Pleasing by Practicing Peace
Luke 2:14b
Perhaps consider the transformative power of peace that pleases God, which calls believers to reflect this divine peace in their interactions. Encourage the audience to live out peace as an active, relational quality—a movement toward harmony that echoes Jesus’ teachings and sacrifice. This point could emphasize that living peacefully with others pleases God and is a testimony of Christ’s presence in the world.
INDONESIA
Khotbah Natal: "Damai di Bumi, Kehendak Baik di antara Manusia"
Teks Alkitab: Lukas 2:14
Khotbah Natal: "Damai di Bumi, Kehendak Baik di antara Manusia"
Teks Alkitab: Lukas 2:14
(“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”)
Pendahuluan
Selamat Natal, saudara-saudara terkasih dalam Kristus! Hari ini, kita bersama-sama merayakan kelahiran Sang Juruselamat, Yesus Kristus. Di tengah sukacita dan kemeriahan Natal, kita diajak untuk merenungkan pesan mendalam dari nyanyian para malaikat dalam Lukas 2:14:
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Ayat ini adalah pengumuman surgawi tentang damai sejahtera yang Allah berikan kepada dunia melalui Yesus. Tetapi, apa sebenarnya makna damai ini? Bagaimana kita menerimanya dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari?
Melalui ayat ini, kita belajar dua hal utama:
Damai Sejahtera yang Diberikan oleh Allah.Hidup yang Berkenan di Mata Allah melalui Damai.
1. Damai Sejahtera yang Diberikan oleh Allah
1. Damai Sejahtera yang Diberikan oleh Allah
Lukas 2:14a: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi."
Damai sejahtera yang diumumkan para malaikat bukan sekadar perasaan tenang atau tidak adanya konflik, melainkan shalom—damai yang penuh, utuh, dan menyeluruh. Ini adalah damai yang datang dari inisiatif Allah sendiri untuk memulihkan hubungan-Nya dengan manusia.
Ketika manusia jatuh dalam dosa, hubungan dengan Allah menjadi rusak. Tetapi Allah, dalam kasih-Nya yang besar, tidak meninggalkan kita. Dia mengutus Yesus ke dunia untuk menjadi Pendamai, Juruselamat yang memulihkan hubungan kita dengan-Nya. Yesus adalah wujud nyata kasih Allah yang datang untuk membawa damai sejati.
Ilustrasi:
Bayangkan sebuah hubungan yang pernah retak—dengan teman, keluarga, atau rekan kerja. Dibutuhkan keberanian dan kerendahan hati untuk memulihkan hubungan itu. Allah melakukan lebih dari itu. Dia mengambil langkah pertama dengan mengutus Yesus untuk menyelamatkan kita.
Damai ini hanya bisa kita alami jika kita menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Inilah hadiah terbesar Natal—hubungan yang dipulihkan dengan Allah melalui Yesus.
Pertanyaan Refleksi:
Apakah Anda sudah menerima damai dari Allah melalui Yesus? Natal adalah momen yang tepat untuk membuka hati kita dan menerima hadiah kasih karunia ini.
2. Hidup yang Berkenan di Mata Allah melalui Damai
2. Hidup yang Berkenan di Mata Allah melalui Damai
Lukas 2:14b: "Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Damai dari Allah tidak berhenti pada kita saja. Ini adalah panggilan untuk menjadi pembawa damai di dunia, yaitu hidup yang berkenan di mata Allah. Damai ini mengubah cara kita menghadapi tantangan, berhubungan dengan sesama, dan hidup menurut Firman-Nya.
Menghadapi Pencobaan dengan Sukacita (Yakobus 1:2-4):
Yakobus mengajarkan bahwa kita harus menganggap segala pencobaan sebagai kebahagiaan. Mengapa? Karena pencobaan adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam iman dan karakter. Damai sejati dari Allah tidak berarti hidup tanpa masalah, tetapi hati yang tetap tenang dan bersyukur meski di tengah badai kehidupan.
Ketika kita memiliki damai Kristus, kita dapat melihat setiap pencobaan sebagai cara Allah untuk membentuk kita, membuat kita lebih dewasa secara rohani, dan menghasilkan buah kesabaran.
Menjadi Pelaku Firman (Yakobus 1:22):
Selain itu, Yakobus juga mengingatkan kita untuk menjadi pelaku-pelaku Firman, bukan hanya pendengar. Hidup yang berkenan di mata Allah adalah hidup yang mencerminkan Firman-Nya—hidup yang dipenuhi kasih, pengampunan, dan usaha untuk menciptakan harmoni di mana pun kita berada.
Yesus sendiri menjadi teladan utama. Dia tidak hanya mengajarkan tentang damai, tetapi juga mewujudkannya dalam hidup-Nya. Dia berkata dalam Matius 5:9, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Contoh Praktis:
Pikirkan situasi dalam hidup Anda—mungkin ada konflik di dalam keluarga, gereja, atau lingkungan kerja. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai di tengah situasi ini. Tidak hanya itu, kita juga dipanggil untuk hidup dengan iman yang nyata, mencerminkan karakter Kristus dalam perbuatan kita sehari-hari.
Pertanyaan Refleksi:
Bagaimana sikap Anda dalam menghadapi pencobaan? Apakah Anda telah menjadi pembawa damai dan pelaku Firman di tengah komunitas Anda?
Kesimpulan
Kesimpulan
Saudara-saudara yang terkasih, Natal adalah pengingat akan damai sejati yang Allah bawa melalui Yesus Kristus. Damai ini dimulai dengan menerima Yesus sebagai Juruselamat, dan dilanjutkan dengan hidup yang mencerminkan damai itu kepada dunia.
Ketika kita menerima damai Allah, kita dipanggil untuk menghadapi hidup dengan iman, bersukacita dalam pencobaan, dan menjadi pelaku-pelaku Firman. Dunia membutuhkan damai Kristus, dan kita adalah alat-Nya untuk menyebarkannya.
Ajakan:
Hari ini, bukalah hati Anda untuk menerima damai Allah melalui Yesus. Dan mari kita berkomitmen untuk hidup sebagai pembawa damai, menyenangkan hati Allah dengan hidup yang mencerminkan kasih-Nya.
Doa Penutup:
Tuhan, terima kasih atas damai yang Engkau bawa melalui kelahiran Yesus Kristus. Ajarkan kami untuk bersukacita dalam pencobaan, menjadi pelaku Firman, dan membawa damai-Mu ke mana pun kami pergi. Mampukan kami untuk hidup yang berkenan di mata-Mu. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.
Selamat Natal!
Damai Kristus menyertai kita semua.
