TWR - Mengenal Katekismus Heidelberg

Sermon  •  Submitted   •  Presented
0 ratings
· 21 views
Notes
Transcript

Catatan Studi

Katekismus adalah ringkasan doktrin yang ditulis dalam bentuk pertanyaan dan jawaban.
Pada awal gereja mula-mula, pengajaran dilakukan melalui instruksi-instruksi dan pembacaan firman dalam ibadah komunal. Namun, pada perkembangannya, pengajaran katekisasi ini menjadi awal dari seseorang sebelum dibaptis.
Later, catechism or oral instruction in Christian doctrine became a necessary prelude to baptism in early church practice. Only through sound teaching could people come to know the truth and escape the snare of the evil one (2 Tim. 2:24–26). Andrew E. Hill, “Education in Bible Times,” in Evangelical Dictionary of Biblical Theology, electronic ed., Baker Reference Library (Grand Rapids: Baker Book House, 1996), 196.
Pada awalnya pengajaran katekismus tidak berbentuk pertanyaan dan jawaban seperti sekarang.
Barulah Peter Lombard, Uskup Agung Paris (d. 1160) membuat metode QnA yang bertahan sampai sekarang.
Metode Lombard diperluas oleh John Peckam yang mewajibkan para hamba Tuhan untuk menguasai doktrin-doktrin kekristenan, dalam bentuk pertanyaan dan jawaban.
Katekismus Heidelberg ditulis untuk menengahi antara Lutheran dan Reformed.
Pada masa kini, penggunaan katekismus menjadi hal yang jarang.
Walaupun demikian, gereja-gereja masih ada yang mencantumkan Katekismus Heidelberg sebagai arah berteologi dalam pengakuan imannya.

Katekismus Heidelberg

Disusun pada 1563 berdasarkan permintaan Elector Frederick III of Palatinate untuk tujuan mengajar anak-anak muda saat itu dan membimbing para pendeta dalam tugas pengajarannya.
Menurut Schaff, KH adalah sebuah karya religius yang sangat hebat, dikemas dengan bahasa yang baik, dan akan tetap ada sepanjang gereja Reformasi berdiri.
Digagas oleh Frederick III karena melihat adanya kontroversi antara Lutheran dan Reformed di daerah kekuasannya.
Dipimpin oleh teolog Zacharias Ursinus dan pendeta Caspar Olevianus dalam sebuah tim penyusun.
KH merupakan katekismus yang sifatnya konsensus antara Reformed dan Lutheran.
KH mempunyai karakter yang lebih devosional.

Struktur Video

Pendahuluan
Bingung dengan KH?
Video ini bertujuan untuk mengulas aspek sejarah dari KH
Chapter 1 - Sejarah KH
KH pertama kali diinisiasi oleh Frederick III, penguasa Palatinate, yang kini merupakan bagian negara Jerman.
Sebelum Frederick III berkuasa, daerah yang dipimpinnya sudah menjadi Protestan sejak pendahulunya berkuasa, Otto Henry. Walaupun demikian, daerah Palatinate lebih mengarah kepada teologi Lutheran, dibandingkan Reformed.
Ketika Frederick III berkuasa, teologi Reformed ternyata juga menyebar di daerah Palatinate, khususnya di Heidelberg yang merupakan ibukotanya.
Terjadilah debat antara pengikut Lutheran, Phillipist (sebutan untuk pengikut Phillip Melancthon), dan Calvinist.
Perdebatan ini menganggu sang pemimpin, sehingga Frederick III membentuk tim dari para dosen Universitas Heidelberg untuk menulis buku katekisasi yang baru dengan harapan menyatukan daerah kekuasaannya.
Katekismus ini bertujuan agar adanya confessional harmony di tengah daerah kekuasaannya.
Chapter 2 - Siapa Penulis KH dan Apa Isinya?
Siapa yang menulis KH memang tidak secara jelas diketahui. Secara tradisi, kepenulisan KH dilakukan oleh teolog Reformed Zacharias Ursinus dan seorang pastor-theologian Caspar Olevianus. Walaupun demikian, banyak penafsir meyakini bahwa KH ditulis oleh sebuah tim melalui kepemimpinan Ursinus.
Isi dari KH sendiri sesuai dengan tujuan katekismus, yaitu untuk mengajar tentang iman Kristen.
Bentuk tulisannya QnA seperti katekismus Protestan di masa itu.
Membahas tentang Pengakuan Iman Rasuli, Doa Bapa Kami, 10 Hukum Tuhan, dan sakramen.
Karena sejarahnya adalah perdebatan antara pendukung Lutheran dan Calvinist, maka isi dari KH merupakan harmoni dari kedua warna teologi Protestan tersebut. Tidak ada teologi Reformed yang spesifik misalkan predestinasi, reprobasi, dan kovenan di dalamnya.
Namun, KH memang lebih condong ke arah teologi Reformed, sebab KH ditulis oleh kepemimpinan teolog Reformed Ursinus dan Olevianus.

The Heidelberg Catechism largely followed John Calvin’s (1509–1564) Geneva Catechism (1541).

Walaupun demikian, KH tetap memuat kontroversi dalam isinya. Misalkan menganggap misa Katolik sebagai penyembahan berhala pada edisi kedua dari katekismusnya.
Chapter 3 - Kesimpulan
Sayangnya, KH tidak lagi menjadi pengakuan iman resmi daerah Palatinate ketika penerus Frederick III, yaitu anaknya sendiri, Louis VI, berkuasa. Louis IV merupakan pemimpin yang condong kepada teologi Lutheran sehingga mengganti KH dengan Konfesi Augsburg.
Walaupun tidak lagi menjadi pengakuan iman resmi gereja Palatinate pada masa Louis VI, KH sudah terlanjur sangat populer di tengah gereja-gereja Reformed saat itu hingga masa kini.
KH sangat berpengaruh dalam reformasi Protestan di Belanda, sehingga Synod of Dort menjadikan KH sebagai bagian dari “three forms of unity” bagi gereja-gereja Reformed.
Jika KH ada disebutkan di gerejamu, maka gerejamu pasti Protestan dan condong kepada teologi Reformed.
Related Media
See more
Related Sermons
See more
Earn an accredited degree from Redemption Seminary with Logos.