New Life, New Lifestyle - Khotbah KU1-2 25 Mei 2025
Sermon • Submitted • Presented
0 ratings
· 27 viewsNotes
Transcript
AT dan AK
AT dan AK
Amanat Teks: Paulus mengingatkan jemaat Kolose untuk mengenakan "pakaian" baru sebagai dampak ketika mereka dipersatukan dengan Allah melalui Kristus.
Amanat Khotbah: Murid Kristus adalah seorang yang hidup dipersatukan dengan Kristus dan menghidupi persekutuan dengan Kristus itu melalui mengenakan “pakaian” baru dalam hidupnya.
Pendahuluan
Pendahuluan
Di dunia ini ada beberapa produk yang diingat karena memiliki ciri-ciri yang unik. Salah satunya adalah merek Vespa. Vespa adalah salah satu brand ikonik di dunia otomotif karena bentuk motor yang mereka produksi. Jika kita melihat bentuk motor yang sederhana, kecil, dan memiliki bodi besi yang kuat, maka kita pasti berkata, “Wih Vespa tahun berapa ini?”
Di dunia elektronik, Sony PlayStation bisa menjadi contoh lain tentang brand yang memiliki kesan ikonik yang khas. PlayStation atau “PS” adalah konsol game yang sangat populer. Bahkan, saya yakin orang-orang tua pun setidaknya pernah mendengar tentang konsol game ini. Saking populernya, mungkin semua controller game akan disebut “PS” sekalipun itu tidak dimainkan di PS, melainkan di komputer misalnya.
Vespa, dan PlayStation menjadi brand-brand yang menawarkan keunikan. Setiap kali orang melihat salah satu dari produk yang mereka buat, tanpa seseorang mengetahui mereknya, kebanyakan orang akan langsung “konek” dengan brand-brand tersebut. Setidaknya, brand ini memiliki karakteristik khusus untuk membedakan mereka dari brand-brand lain.
Jika, brand-brand tersebut memiliki keunikan dan karakteristik tersendiri, apa yang bisa kita katakan tentang menjadi murid Kristus? Apa yang menjadi karakteristik dari seorang murid Kristus?
Transisi ke Poin-poin
Transisi ke Poin-poin
Karakteristik seorang murid Kristus memang bisa kita temukan banyak di dalam Alkitab, khususnya di dalam Perjanjian Baru. Namun, hari ini kita akan berfokus dalam tulisan Rasul Paulus tentang apa artinya menjadi seorang murid Kristus.
Di dalam Kolose 3:1-17 ini setidaknya ada 2 poin yang bisa kita pelajari tentang apa artinya menjadi seorang murid Kristus. Bagi Paulus, seorang murid Kristus adalah mereka yang “hidupnya baru” dan “gaya hidupnya baru.” Apa maksudnya?
Poin 1: Murid Kristus adalah orang berdosa yang diubahkan identitasnya (New Life) - Ayat 12
Poin 1: Murid Kristus adalah orang berdosa yang diubahkan identitasnya (New Life) - Ayat 12
Status orang percaya di luar Kristus adalah orang-orang mati. Kolose 2:13 dengan jelas menunjukkan kepada kita,
“Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh karena pelanggaranmu …” - Kolose 2:13
Roma 3:23 dan 6:23 menunjukkan status orang berdosa sebagai pendosa yang layak dihukum mati.
Namun, di dalam Kristus, manusia berdosa mendapat status baru. Ketika kita beriman kepada Kristus, Allah memanggil kita bukan lagi dengan sebutan lama, tetapi sebagai “orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi Allah.”
Panggilan ini merupakan panggilan yang spesial. Sebab, di Perjanjian Baru, panggilan ini digunakan untuk merujuk pada Kristus. Dialah yang dipilih oleh Allah (Luk. 23:35), Dialah yang Kudus dari Allah (Mrk. 1:24), dan Dialah yang dikasihi oleh Allah (Mat. 3:17).
Namun, ketika orang percaya hidup di dalam Kristus, ada sebuah persekutuan yang dipulihkan dengan Allah, orang percaya juga dipanggil dengan panggilan yang sama dengan Kristus. Tentu, secara natur kita tidak berubah menjadi ilahi sebagaimana Kristus adalah Allah. Namun, terjadi sebuah perubahan radikal di dalam identitas kita sebagai manusia.
Latar Belakang Kolose
Latar Belakang Kolose
Inilah yang menjadi jawaban Paulus di tengah banyaknya ajaran sesat yang bereda di jemaat Kolose. Saat itu, ada ajaran sesat yang mengajak jemaat Kolose untuk melakukan ritual-ritual keagamaan tertentu untuk mendapat perkenanan Allah. Kristus, yang adalah satu-satunya mediator antara Allah dan manusia, menjadi disisihkan oleh adanya ajaran sesat ini.
Relevansi Poin 1
Relevansi Poin 1
Maka dari itu, jika Kristus sudah membawa kita pada identitas yang baru, janganlah kita mengalihkan pandangan kita daripada kebenaran ini. Kristus adalah tujuan hidup kita dan satu-satunya yang menjadi arah hidup kita.
Pahamilah identitasmu di hadapan Allah. Injil menunjukkan bahwa untuk mendapatkan perkenanan Allah, kita tidak perlu melakukan perbuatan baik, seolah-olah Allah dapat disuap oleh perbuatan baik kita. Melainkan, melalui karya keselamatan Kristus yang kita terima melalui iman, kita dapat diselamatkan.
Seorang murid Kristus hidupnya sudah tenang dalam keselamatannya. Dia sadar bahwa identitasnya sudah diubahkan oleh Allah. Ketika orang percaya tergoyahkan imannya karena masalah kehidupan, pergumulan, dan tantangan hidup, identitasnya di hadapan Allah yang membawanya kembali untuk berlutut dan berdoa di hadapan Allah.
Identitas kita di dalam Kristus yang sudah pasti itulah yang menjadi arah dalam hidup ini. Entah kita makan, minum, bekerja, ingatlah kita ini orang-orang yang dipanggil Allah, “orang pilihan, yang dikuduskan dan dikasihi-Nya.”
“God does not need our good works, but our neighbour does.” - Gustaf Wingren
Ilustrasi: Anjing Pitbull dan Kucing
Ilustrasi: Anjing Pitbull dan Kucing
Di internet beredar sebuah fenomena unik ketika ada seekor kucing yang berlagak seperti anjing. Setelah ditelusuri, ternyata kucing ini dibesarkan bersama dua anjing pitbull yang besar. Tidak heran, si kucing krisis identitas. Secara natur kucing, berlagaknya anjing pitbull.
Hati-hati! Jangan sampai orang Kristen melupakan identitasnya di hadapan Tuhan! Identitasmu adalah orang yang dikasihi oleh Allah! Jangan lupakan hal itu.
Ketika kita dalam pergumulan, biarlah identitas ini yang membuat kita punya alasan untuk pulang kepada Bapa. Dia tidak pernah membuangmu, sebab kita adalah orang-orang yang dikasihi-Nya.
Poin 2: Murid Kristus adalah orang berdosa yang diubahkan perilakunya (New Lifestyle) - Ayat 12-14
Poin 2: Murid Kristus adalah orang berdosa yang diubahkan perilakunya (New Lifestyle) - Ayat 12-14
Bukan hanya identitasnya yang berubah, seorang murid Kristus juga diubahkan dan merubah perilakunya berdasarkan identitas yang sudah diterimanya dari Allah. Pada ayat 12, Paulus berkata “kenakanlah.” Sebuah kata figuratif yang merujuk pada menanggalkan pakaian lama (ay. 9) dan memakai pakaian baru.
Ungkapan “mengenakan” ini merupakan sebuah gambaran tentang kelakuan manusia berdosa yang digantikan dengan kelakuan manusia baru. Apa maksudnya manusia lama dan baru?
Manusia lama merujuk pada kehidupan di luar Kristus. Sebagaimana yang ada pada poin sebelumnya, kehidupan ini merujuk pada kehidupan yang berujung pada maut. Kehidupan yang membenci dan menolak Allah.
Manusia baru merujuk pada kehidupan di dalam Kristus, yang mencintai Kristus. Sebuah kehidupan baru yang dibawa oleh Roh Kudus ketika seorang manusia berdosa dipersatukan lagi dalam relasi dengan Allah melalui Yesus Kristus.
Manusia baru adalah sebuah metamorfosis kehidupan.
It characterizes a metamorphosis in conduct from a life of sin to one of righteousness and is equivalent in meaning to being born again
Jika meminjam ilustrasi dari Alm. Rahmiati, manusia baru itu hidupnya dari yang “sini” berubah arah ke “sini.”
Latar Belakang Kolose
Latar Belakang Kolose
Bagi Paulus, seorang yang hidupnya berfokus pada Kristus, tidak akan menghasilkan hal-hal legalistik yang berpusat pada diri sendiri sebagaimana yang diajarkan oleh ajaran-ajaran palsu, melainkan sebuah kehidupan yang diubahkan bagi orang lain.
Jika ajaran palsu yang muncul di jemaat Kolose berpusat pada diri sendiri
Merendahkan diri melalui menyiksa diri
Tidak makan ini dan itu
Paulus menunjukkan apa artinya menjadi murid Kristus yang sejati. Merekalah yang hidupnya diubahkan oleh identitas yang telah dimenangkan Kristus bagi orang percaya.
Relevansi Poin 2
Relevansi Poin 2
Hari ini, apakah identitas kita sebagai murid Kristus membawa sebuah kehidupan yang diubahkan? Apakah hidup kita sudah berdampak bagi orang lain?
Apakah ada, belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran?
Apakah kita bersatu dalam kasih dengan sesama kita?
Bagian firman Tuhan ini sebenarnya mengajak kita juga untuk hidup berkomunitas. Semua karakteristik Kristiani yang dituliskan Paulus ini hanya bisa dinyatakan jika kita hidup bersama dengan orang lain.
Ada sebuah kehidupan bersama yang saling membangun satu sama lain. Pada ayat 16 Paulus mengajak para murid Kristus untuk hidup saling menguatkan dan menegur satu sama lain. Sebuah kehidupan yang dapat kita lakukan melalui kelompok-kelompok kecil.
Dalam kelompok kecil, kita menjadi mentor satu sama lain. Kita bertumbuh dengan murid Kristus lainnya. Tentu, di dalamnya akan ada pengajaran dan teguran. Semuanya dilakukan di dalam kasih.
Penutup
Penutup
Di dunia ini ada istilah cosplay atau menjadi seorang karakter fiksi. Seorang cosplayer menggunakan kostum dan riasan yang mirip dengan karakter fiksi, biasanya karakter dari anime/komik Jepang. Misalnya, ada cosplay Naruto, Ultra Man, dll.
Walaupun cosplayer/orang ini terlihat sangat mirip dengan karakter fiksi yang ada, orang ini tetaplah tidak berubah. Dia hanya menggunakan kostum yang dapat ia lepas dan riasan yang dapat ia hapus dari wajahnya.
Berbeda dengan cosplay yang sifatnya tidak permanen, pertobatan seorang murid Kristus benar-benar permanen dan tidak pura-pura.
Kehidupan yang tidak pura-pura membawa orang Kristen memiliki karakteristik sebagai seorang murid. Ketika kita di gereja atau di luar gereja, seorang murid Kristus terlihat jelas melalui identitas dan perilakunya yang diubahkan oleh Roh Kudus.
Biarlah hidup kita memancarkan Kristus. Amin.
